Tim Manajemen E-Business


Tim Manajemen E-Business

Oleh : Nukman Luthfie

Banyak inisiatif internet dan e-business yang dijalankan perusahaan konvensional ? (bukan dot com) di Indonesia yang tidak berjalan mulus. Dari sedikit yang selamat dan menoreh tinta emas, ada sebuah ciri khas yang hampir sama: mereka memiliki manajemen e-business.

Mereka menciptakan struktur manajemen baru yang biasanya paling rendah dipimpin oleh manajer e-business. Sebaliknya, mereka yang gagal memiliki ciri khas hampir sama: menyerahkan beban pekerjaan baru ini ke manajemen yang sudah ada, yang biasanya dirangkap manajer pemasaran, manajer PR atau manajer TI. Tengok pengalaman PT Infomedia Nusantara, anak perusahaan Telkom yang membuat Buku Kuning dan pemilik merek Yellow Pages, ketika membangun Yellowpages Online (beralamat: www.yellowpages.co.id).

Hanya setahun setelah manajemen puncak Infomedia membentuk tim baru yang dipimpin Manajer Internet ? yang perkembangannya selalu dipantau direktur pemasanan - pengakses YP Online meningkat pesat. Tak kalah penting, pada saat yang sama penjualan YP Online meningkat lima kali lipat. Memang, sumbangan angkanya masih telalu kecil dibanding total penjualan Infomedia yang mencapai sekitar Rp 300 miliar.

Namun manajemen Infomedia makin menyadari pentingnya manajemen e-business jika ingin mengembangkan jasa baru via Internet. Hal yang sama dilakukan oleh PT Oto Multiartha yang membangun dan mengelola situs pembiayaan www.oto.co.id atau PT Lautan Luas Tbk yang membangun e-ordering via situs www.lautan-luas.com. Kedua perusahaan itu membentuk struktur manajemen baru yang dipimpin oleh manajer e-business. Bahkan, ketika PT Oto Multiartha beberapa bulan lalu melahirkan saudara baru PT Summit Oto Finance, yang bergerak di bidang pembiayaan sepeda motor, perusahaan langsung mengangkat manajer e-business karena Internet dimanfaatkan sebagai salah satu business tool.

Perusahaan sekuritas PT Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) malah lebih serius lagi dengan membentuk unit bisnis baru untuk mewadahi portal finansial mereka www.e-samuel.com. Jika SSI menggarap investor kelas kakap yang bermain secara offline, e-Samuel menggarap pasar baru, yakni para investor yang sedang belajar dan main kecil-kecilan secara online. Hasilnya, e-Samuel dapat menangkap ratusan investor baru dengan transaksi online sekitar Rp 300-an juta per hari, dan pada saat ramai dapat menembus Rp 1 miliar.

Kompas menjadi satu-satunya media cetak yang berhasil membangun Kompas Online menjadi pesaing tangguh raja portal berita Detikcom karena berani membentuk manajemen baru, bahkan unit bisnis baru, melalui Kompas Cyber Media. Jika masih dirangkap oleh manajemen koran Kompas, nasib Kompas Online kemungkinan besar akan sama dengan versi online media cetak lainnya: hanya menjadi pajangan dan beban perusahaan. Tim manajemen e-business yang bersifat dedicated, bagaimana pun juga, merupakan syarat mutlak jika perusahaan melakukan inisiatif Internet atau e-business.

Tim manajemen inilah yang membuat perencanaan, mengelola, melakukan analisa, dan selalu melakukan terobosan untuk memenuhi tujuan perusahaan ketika terjun ke Internet. Sudah terbukti, hal yang kompleks dan serius ini tidak dapat dirangkap oleh tim manajemen lain yang sudah disibukkan oleh urusan masing-masing. Sayangnya, mungkin karena sudah menjadi praktik umum, kebanyakan perusahaan dengan mudah mengangkat manajer merek atau manajer produk baru ketika mereka memiliki merek/produk baru; tapi mereka ragu-ragu mengangkat manajer e-business.

Padahal, inisiatif internet/e-business sama pentingnya dengan peluncuran merek atau produk baru, yang harus direncanakan dan dikelola oleh tim khusus. Karena itu, jika Anda ingin memperbesar peluang perusahaan menuai sukses di Internet, perlakukanlah inisiatif internet/e-business sebagaimana Anda memperlakukan merek/produk baru.


Penulis adalah Direktur Pengelola Virtual Consulting (nukman@virtual.co.id). (swa)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 komentar: